Konten Islami untuk Akun Bisnis: Cara Tetap Pantas dan Konsisten
Cara bisnis muslim memakai konten ayat Al-Qur'an di media sosial dengan pantas: memisahkan konten dakwah dan promosi, serta menjaga adab terhadap ayat.
Banyak pemilik usaha muslim, seperti toko busana, travel umrah, atau penerbit buku, ingin akun bisnisnya juga menebar kebaikan. Konten ayat Al-Qur'an bisa menjadi bagian dari itu, asalkan dibuat dengan adab yang terjaga.
Pisahkan konten dakwah dan promosi
Jangan menjadikan ayat sebagai bahan iklan produk, misalnya menempelkan harga atau diskon di atas teks ayat. Buat konten ayat sebagai konten tersendiri, dan konten promosi sebagai konten lain.
Ide konten yang pantas
- Ayat pengingat setiap Jumat dengan logo usaha yang kecil dan sopan.
- Seri Ramadhan dari brand untuk pelanggan.
- Ayat tentang kejujuran dalam berdagang dan rezeki, dengan rujukan surat dan ayat yang jelas.
Menjaga adab
- Teks ayat harus benar. Gunakan sumber terverifikasi.
- Logo usaha tidak menutupi atau mendominasi ayat.
- Hindari latar yang tidak pantas.
Baca juga adab membuat konten Al-Qur'an.
Konsistensi dengan identitas brand
Gunakan warna dan font yang sesuai brand, tetapi tetap tenang. Di Murotal Studio, Anda bisa membuat preset sendiri dengan warna, font, dan logo brand, lalu memakainya untuk semua video.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menempelkan harga atau promo di atas teks ayat.
- Logo usaha terlalu besar dibanding ayat.
- Memakai ayat di luar konteksnya untuk kepentingan jualan.
Pertanyaan umum
Bolehkah akun bisnis mengunggah konten ayat?
Boleh selama tujuannya mengingatkan dan adab terhadap ayat dijaga. Pisahkan dari konten promosi.
Di mana sebaiknya logo usaha diletakkan?
Di sudut video dengan ukuran kecil, tidak menutupi ayat maupun terjemahan.
Bisakah memakai warna brand?
Bisa, selama teks ayat tetap jelas dan nuansanya tetap tenang.
Punya channel murotal, tanpa perlu editor.
Pilih qari dan ayat, klik preset, lalu ekspor. Coba gratis 7 hari tanpa kartu kredit.
Coba Murotal Studio gratis